Sabtu, 13 Juni 2015

TEMATIK


1.       Fungsi Pembelajaran Tematik:
  • Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.


2.       Tujuan Pembelajaran Tematik:
  • Mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu.
  • Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema  yang sama.
  • Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
  • Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik.
  • Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain.
  • Lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas
  • Guru  dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.
  • Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi


3.       Ciri-ciri pembelajaran tematik :
  1. Berpusat pada anak
  2. Memberikan pengalaman langsung
  3. Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak
  4. Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM
  5. Bersifat luwes
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dg minat dan kebutuhan anak


4.       Kekuatan dan Keuntungan Pembelajaran Tematik Terpadu dalam Pembelajaran:
  • Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak.
  • Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak.
  • Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna
  • mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
  • Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama.
  • Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain, dalam arti respek terhadap gagasan orang lain.
  • Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungan anak.


5.       Keuntungan Pembelajaran Tematik:
  • Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 
  • Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai
  • Kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama;
  • Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam danberkesan;
  • Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan  mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa;
  • Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;
  • Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu matapelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain;
  • Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkaan sekaligus


6.       Peran Tema dalam proses pembelajaran:
Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran, dengan memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus. Adapun mata pelajaran yang dipadukan adalah muatan pelajaran PPKn Bahasa Indonesia, IPS, IPA, Matematika, Seni Budaya, Prakarya dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.


7.       Landasan Pembelajaran Tematik:
            1.       Landasan Filosofis
       a.     Progresivisme
  • Proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa
      b.       Konstruktivisme
  • Anak mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
      c.       Humanisme
  • melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya

           2.       Landasan Psikologis
a.    Psikologi perkembangan untuk menentukan tingkat keluasan dan kedalamannya isi sesuai dengan tahap 
     perkembangan peserta didik
b.    Psikologi belajar untuk menentukan bagaimana isi/materi pembelajaran disampaikan kepada siswa dan 
     bagaimana pula siswa harus mempelajarinya

  1. Landasan Yuridis
a.       UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
b.      UU No. 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional
c.       INPRES N0. 1 Tahun 2010 tentang Peningkatan Mutu Pendidikan


8.       Arti Pentingnya Pembelajaran Tematik:
  • Menekankan keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung dan  terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya.
  • Menekankan penerapan konsep belajar sambil melakukan.
  • Ciri khas pembelajaran tematik:
a.  Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia 
    sekolah dasar;
b. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan 
    kebutuhan siswa;
c.  Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan 
    lebih lama;
d.  Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa;
e.  Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap 
    terhadap gagasan orang lain


9.       Manfaat Pembelajaran Tematik
  1. Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan,
  2. Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan  tujuan akhir,
  3. Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
  4. Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka   penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

 10.   Karakteristik Pembelajaran Tematik:
  • Berpusat pada siswa
  • Memberikan pengalaman langsung
  • Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas
  • Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran
  • Bersifat fleksibel
  • Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
  • Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan


11.   Implikasi Pembelajaran Tematik:
  • Guru,
  • peserta didik,
  • sarana prasarana, sumber belajar dan media,
  • Pengaturan ruang kelas,
  • Pemilihan metode.

a.       Implikasi bagi Guru:
Guru harus kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh

b.      Implikasi bagi Peserta Didik:
§    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk 
    bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal
§    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan 
    diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah

c.       Implikasi terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan Media:
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
§      Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar 
§      Memanfaatkan berbagai sumber belajar
§      Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi 
§   masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan 
    dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi

d.      Implikasi terhadap Pengaturan Ruangan
§        Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
§        Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang 
      sedang berlangsung
§        Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
§        Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
§        Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai 
      sumber belajar
§        Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk 
      menggunakan dan menyimpannya kembali.

e.      Implikasi terhadap Pemilihan Metode
Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode
o   Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap


12.   Langkah-langkah Pembelajaran Tematik
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu:
a.       Sikap (peserta didik tahu mengapa),
b.      pengetahuan (peserta didik tahu apa), dan
c.       keterampilan (peserta didik tahu bagaimana)

Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

§   Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan 
    pendekatan scientific.
§    Pendekatan scientific dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, 
    menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.


13.   Esensi Pendekatan Saintifik
§  Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai 
   titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
§  Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan 
   penalaran induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductivereasoning).
§ Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, 
   penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara 
   keseluruhan.
§  Penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Metode ilmiah 
   umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan 
   simpulan umum


14.   Kriteria Pembelajaran Berbasis Ilmiah
§      Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau 
     penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
§      Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-
     merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
§      Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, 
     memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
§     Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan 
    tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.
§    Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir 
    yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
§    Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
§    Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
§    Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai nonilmiah.


15.   Pendekatan Saintifik dalam Proses Pembelajaran
  1. Mengamati
Dengan Cara : Melihat, Membaca, Mendengar, Menyimak Tanpa atau dengan Alat
§       Kegiatan Belajarnya
                  mengamati: malihat, membaca, mendengar, menyimak (tanpa atau dengan alat).

§       Kompetensi yang Dikembangkan
                  melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

§       Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan  tertentu, seperti menyajikan media objek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.

§    Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru

Langkah-langkah Mengamati
    • Menentukan objek apa yang akan diobservasi
    • Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi
    • Menentukan  secara jelas  data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder
    • Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
    • Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar
    • Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi , seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.

Jenis-jenis Pengamatan
§   Observasi biasa (common observation). 
Peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer), dan sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati.
§     Observasi terkendali (controlled observation). 
Peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Pada observasi terkendali pelaku atau objek  yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan.
§  Observasi partisipatif (participant observation). 
Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati

  1. Menanya
Dengan Cara: Mengajukan Pertanyaan Baik Lisan ataupun Tulisan
§        Kegiatan Belajarnya
Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).

§        Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
         
§     Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.

§  Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Bentuk pertanyaan, misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan, misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif!

  1. Mengumpulkan informasi/Eksperimen
Kegiatan Belajarnya
§  Melakukan eksperimen
§  Membaca sumber lain selain buku teks.
§  Mengamati objek/kejadian
§  Aktivitas
§  Wawancara dengan narasumber

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

  1. Mengaosiasikan/Mengolah
Kegiatan Belajarnya
Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.                

  1. Mengkomunikasikan
Kegiatan Belajarnya
Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan  hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnnya.

Kompetensi yang Dikembangkan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar

Perubahan Pola Pikir yang ada pada Kurikulum 2013
1
Guru dan Buku Teks bukan satu-satunya sumber belajar
2
Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
3
Belajar dengan beraktivitas
4
Pembelajaran Pengetahuan --> Keterampilan --> Sikap
                                  Direct                                     Indirect
5
Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
6
Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya
7
Menekankan kolaborasi --> melalui pengerjaan proyek
8
Pentingnya proses : prosedural
9
Teaching --> Tutoring
10
Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial
11
Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis)
12
Pentingnya data (terkait pengamatan dll)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar