Sabtu, 16 Mei 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI

Kamis, 7 Mei 2015

Ragam Strategi Pembelajaran, antara lain :
  1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)
  2. Strategi Pembelajaran Inquiri (SPI)
  3. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
  4. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)
  5. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
  6. Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL)
  7. Strategi Pembelajaran Afektif

  1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) 
  • Pengertian  
Strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
Roy Killen (1998) menamakan strategi ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct instruction), karena materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru, siswa tidak dituntut untuk menemukan materi.

# Karakteristik Strategi Ekspositori
  • Dilakukan dengan cara menyampaikan materi secara verbal.
          Artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah.
  • Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi.
          Seperti data atau fakta, konsep - konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang.
  • Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri.
          Artinya setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan

Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori
  1. Beorientasi pada Tujuan
  2. Prinsip Komunikasi
  3. Prinsip Kesiapan
  4. Prinsip Berkelanjutan
Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori
  1. Rumuskan Tujuan yang Ingin Dicapai
  2. Kuasai Materi Pelajaran dengan Baik
  3. Kenali Medan dan Berbagai Hal yang Dapat Memengaruhi Proses Penyampaian
Langkah dalam Penerapan Strategi Ekspositori, yaitu :
  • Persiapan (preparation
  1. Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif.
  2. Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar.
  3. Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa.
  4. Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka.
     Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah :
  1. Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif.
  2. Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai.
  3. bukalah file dalam otak siswa.
  • Penyajian (presentation)
  1. Penggunaan bahasa
  2. Intonasi suara
  3. Menjaga kontak mata dengan siswa
  4. Menggunakan joke-joke yang menyegarkan
  • Menghubungkan (correlation)
          Langkah menghubungkan materi dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitan dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.

  • Menyimpulkan (generalization)
          Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Menyimpulkan bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya pertama, dengan cara  mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok persoalan. Kedua, dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Ketiga, dengan cara maping melalui pemetaan keterkaitan antarmateri pokok-pokok materi.
  • Penerapan (aplication)
          Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini diantaranya, pertama, dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Kedua, dengan memberikan tes yang sesuai dngan materi pelajaran yang disajikan.

Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori
  • Keunggulan
  1. Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran.
  2. Dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terebatas.
  3. Selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat / mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
  4. Bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
  • Kelemahan
  1. Hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
  2. Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar.
  3. Diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.
  4. Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur dan kemampuan mengelola kelas. Tanpa itu sudah dapat dipastikan proses pembelajaran tidak mungkin berhasil.
  5. Oleh karena gaya komunikasi strategi ini lebih banyak terjadi satu arah (one-way communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran akan sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberika guru.
Aliran psikologi belajar yang sangat memengaruhi SPE adalah aliran elajar behavioristik, yang lebih menekankan kepada pemahaman bahwa perilaku manusia pada dasarnya keterkaitan antara stimulus dan respons, oleh karenanya dalam implementasinya peran guru sebagai pemberi stimulus merupakan faktor yang sangat penting.
Metode pembelajaran dengan kuliah merupakan bentuk strategi ekspositori.

Dirgantara Wicaksono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar